Rabu, 21 Agustus 2013

Perjalanan Dinas Jadi Ladang Korupsi

KORUPSI merupakan penyakit yang bersumber dari mentalitas. Setidaknya hal itu tampak dari keterangan para saksi yang dihadirkan dalam sidang perkara korupsi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan terdakwa Mohammad Sofyan di Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin.
 
Dalam sidang tersebut, jaksa KPK menghadirkan sembilan saksi fakta dan dua saksi ahli. Termasuk di antara saksi ahli ialah Siswo Sujanto, Direktur Pusat Pengkajian Keuangan Negara dan Daerah. Siswo menuturkan, saat ini di Indonesia kita memberlakukan sistem ad cost atau klaim dalam hal anggaran perjalanan dinas.
Pada dasarnya, ad cost merupakan sistem yang memastikan anggaran yang dikeluarkan negara merupakan biaya yang nyata digunakan dalam tugas kedinasan.
Sejatinya, sistem tersebut mulai diterapkan sebagai pengganti sistem langsam (pembayaran paket) yang sangat rentan terhadap praktik korupsi karena mudah digelembungkan.

Dalam menyikapi adanya praktik pemotongan uang makan dari biaya perjalanan dinas pegawai Kemendikbud saat Sofyan menjabat Inspektur Jenderal Kemendikbud, Siswo mengatakan hal itu menyalahi aturan. Terlebih, uang makan merupakan hak setiap pegawai yang melakukan perjalanan dinas.
Sebelumnya, Sofyan didakwa melakukan tindak pidana korupsi karena memerintahkan membuat laporan pertanggungjawaban berbagai kegiatan Kemendikbud yang tidak sesuai aturan.

Kelebihan anggaran kemudian dibagi-bagikan dan ada juga pemotongan uang harian peserta kegiatan yang diklaim dialokasikan untuk dana kesejahteraan pegawai. “Uang makan yang sisanya hanya ratusan (ribu) kalau dipotong itu berarti mereka pulang tidak membawa apa-apa. Pengeluaran sebenarnya sudah pasti, secara normatif tidak ada yang bisa dikurangi dan kalau secara kolektif mau ada pemotongan, berarti ada pemaksaan,“ tegas Siswo.

Merasa tak puas dengan penjelasan Siswo, Sofyan lalu bertanya, “Tadi ahli mengatakan bahwa dengan ad cost kita tidak dapat apa-apa, padahal kalau tidak salah ad cost berkaitan dengan remunerasi. Kalau jauhjauh ke Jayapura tapi pulang tidak bawa apaapa, buat apa? Mending di rumah aja.“
Saat mendengar pertanyaan tersebut, Siswo cuma tersenyum. Dengan tenang dia menjawab, “Bedakan antara gaji dan biaya kegiatan. Kalau tidak begitu, semua bisa jadi penghasilan.“

0 komentar:

Poskan Komentar

Video

Jokowi Pidato HUT Kota Jakarta

Dewan Redaksi

Bismar Ginting, SH, HM Sudirman, S.SI Ag, MM, Dosman Sialagan, Julianta Sembiring, SH, SE.

Redaksi Koran Sinar Pagi

Pemimpin Redaksi/PU : Bismar Ginting SH, Wakil Pemred : HR Sudirman Redaktur Pelaksana : Julianta Sembiring SH, SE, Nursita Sinaga Staf Redaksi : Agus Suherman, Mardja, Effendy, WYO TM.

Biro Banten

Banten Mardin Sandi Sarah Sandi, Hamdan, Agustian

Biro Sukabumi Wil 1 dan 2

Sukmawan, Rachman Lesmana, Erwin, Diki

Perwakilan DKI

Jonri Gultom, Dini Prihartini, Nurul K, Hasiholan L, Gaul SE, Jakarta Utara, Robin Sitorus ( Ka Biro) Julius Lukar, Jakarta Timur Sutarman, Nurul K, Riyanto Manik, Jakarta Selatan John HF Pesuma (Ka Biro) Rahchman, Roike Turagan (Jakarta Pusat)

Biro Sumatera

Hotman S, Sagala
Diberdayakan oleh Blogger.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons